Mau digitalisasi?, benahi dulu orangnya

Mau digitalisasi, benahi dulu orangnya

Dari beberapa  scene perjalanan kami  VMTECH, artikel ini menurut kami layak untuk bisa di-share.
Beberapa perusahaan yang baru berfikir tentang efisiensi dalam proses produksi.  Perusahaan ini biasanya berawal dari home industri,  sampai akhirnya berkembang menjadi perusahaan menengah menuju besar.

Di bagian awal, perusahaan fokus bagaimana memenuhi tuntutan kualitas dalam jam berbagai kualifikasi dalam industri.  Jikalau dia perusahaan makanan,  maka sudah sepatutnya, kualifikasi perusahaan makanan harus jadi prioritas utama.

Setelah bagian awal ini sudah sedikit tertata rapi,  maka seterusnya perusahaan akan berpikir untuk lebih efisien dan efektif serta lebih produktif.  Di sini perusahaan akan berpikir bagaimana menghilangkan  waste dan losses.


Ada perusahaan yang langsung berpikir digital.  Analoginya sangat sederhana. Jika proses menggunakan teknologi terbaru,  maka data dan informasi menjadi paperless, maka akan terjadi efisiensi. 

Top management bisa saja memaksakan.  Dengan kebijakan dan kuasa yang dia miliki, karyawan di lantai produksi patuh dan melaksanakannya dengan baik. Tidak begitu ferguso.

Skenarionya Digitalisasi, tidak simpel itu.

Sebagai System Integrator sih asik-asik saja. Produk kami dijual laku keras seperti kacang.  Kami hanya sedikit saja melakukan  pendekatan terhadap owner perusahaan ataupun level top management dan deal.

Sudah banyak pengalaman.  Apabila mindset dan gap pengetahuan level user masih rendah. Artinya teman-teman di lantai produksi tidak dibarengi dan tidak dibenahi dengan pengetahuan dan mindset yang baru,  maka kami pastikan Goals atau tujuan dari digitalisasi ini tidak akan bisa tercapai

Hal yang pertama dulu dibenahi adalah bagaimana membuat gap  ini mengecil. Caranya adalah ah :Ah teman-teman di lantai produksi  pastikan punya pemahaman tentang konsep-konsep manajemen industri yang benar, motivasi kerja yang benar, semangat yang positif.  Bahwa segala sesuatu itu usaha perbaikan atau improvement dibuat untuk kepentingan dan kebaikan semua orang.

Dalam ilmu Manajemen Industri dijelaskan bahwa   Lean  Six Sigma diawali dari 5S . Aplikasikan terlebih dahulu.  TPM (Total productive maintenance)  diimplementasi dan dijalankan dengan baik. SMED dijalankan, VSM dll. 

Nah dengan menjalankan ini, pelan-pelan gap terhadap  pengetahuan dan manset kekinian  dari teman-teman di lapangan  mengecil.  Dicapailah peningkatan skill,  pengembangan pribadi dan pengembangan organisasi. 

Idealnya, setelah gap ini semakin mengecil , tibalah saatnya berfikir untuk mengadopsi teknologiuntuk mewujudkan visi, misi, dan strategi dalam rangka peningkatan efisiensi dan peningkatan produktivitas di pabrik. Semua pihak akan mendukungdengan semangat yang positif.  Semua departemen punya motivasi yang kuat.

Dengan kondisi ini, System Integrator seperti VMTECH semakin dimudahkan dalam bekerja. 

Ada beberapa akibat yang ditimbulkankan,  jika top manajemen  atau owner perusahaan, tetap memaksakan untuk melakukan digitalisasi atau adopsi teknologi, tanpa menyentuh sisi people dan organisasi. 

  1.  Kesulitan dalam mapping problem, kurang memahami  sepenuhnya apa itu losses  dan waste.
  2. Tidak adanya motivasi positif dari karyawan untuk bertransformasi.
  3. Teknologi yang diinvestasikan, tidak digunakan oleh user pada akhirnya.
  4.  Kurang antusiasnya teman-teman di lapangan terhadap penggunaan teknologi baru. Terkesan hanya menambah-nambah kerjaan.
  5.  Tidak ada kredibilitas terhadap data yang didapatkankankan.

Masih banyak lagi problem-problem yang bisa saja timbul. 

Manajemen atau owner perusahaan tidak selalu ada di lapangan mengawasi dan mengontrol jalannya produksi. Beliau-beliau ini tidak mungkin mengawasi langsung di lapangan. 

lantai produksi tidak melulu tentang mesin. Yang dihadapi bukan hanya mesin.  Orang (man) bisa punya niatan baik juga punya niatan tidak baik.  Secanggih canggih nya teknologi,  tetap ada orang di belakangnya.   

Beberapa hal yang bisa dijadikan kesimpulan sebagai berikut :

  1.  Jika ingin mengadopsi teknologi,  maka sebaiknya dibenahi dulu orang dan organisasinya,  sehingga gap  atau jurang pengetahuan terhadap Sistem Manajemen Industri tidak terlalu besar.  Konkritnya adalah laksanakan 5S,  TPM, VSM dan SMED.
  2.  Akui bahwa ada masalah,  ada banyak masalah atau daerah abu-abu di lantai produksi yang tidak ter capture dengan baik.
  3.  Tentukan starting Point. Sebagai starting point ya,  VMTECH selalu merekomendasikan untuk memulai dengan Auto OEE scoring (Bagian dari MES).  Inilah yang menjadi titik point atau titik awal dari sebuah digitalisasi.
  4.  Panggil orang yang paham. Bagaimana teknologi ini bekerja dengan baik. Bagaimana mesin-mesin atau fasilitas produksi yang lama bisa dilakukan otomatisasi informasi.
  5.  Berkolaborasilah.  Libatkan semua departemen,  terutama departemen produksi sebagai user.  Dan jangan lupa,  tentukan 1 orang sebagai Leader  Project Transformasi ini di antara mereka. 

Terima kasih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *