Apakah itu Overall Equipment Effectiveness (OEE)?

Apakah Overall Equipment Effectiveness (OEE)?

 

 

OEE adalah benchmark internasional yang sudah sangat familiar di perusahaan manufaktur apapun di dunia. Perusahaan manufaktur berusaha untuk menjadi world class company, menggunakan standar matriks ini. Konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh Seiichi Mr. Nakajima (1988)

Efektivitas peralatan keseluruhan (OEE) adalah standar utama untuk mengukur produktivitas manufaktur. Baca tentang cara menghitung OEE, enam kerugian besar, manfaat OEE, dan lainnya.

Efektivitas peralatan keseluruhan (OEE) adalah istilah yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efisien lantai produksi. Dengan kata lain, keefektifan peralatan secara keseluruhan membantu Anda melihat masalah dalam operasi Anda. Mengidentifikasi persentase waktu produksi mana yang benar-benar produktif dan memperbaikinya sambil memberi Anda alat ukur standar untuk melihat progress perbaikan positif. Sasaran selanjutnya pengukuran OEE adalah peningkatan berkelanjutan dengan ACTION atau EXECUTION, dalam bentuk program perbaikan atau project perbaikan.

Advance OEE (OEE Kekinian)

Adalah Scoring OEE menggunakan pendekatan teknologi kekinian. Disesuaikan dengan paradigma industrial 4.0. Yang real time, Integrasi dan interkoneksi, Fleksibel, Desentralisasi, Expandable, Tervisualisasi. Pada tingkatan lanjutan dengan pendekatan machine learning, OEE Dapat memprediksi faktor-faktor yang berperan besar untuk optimasi hasil produksi. Memberikan insight Kepada semua level beberapa variabel yang mesti diperbaiki untuk mencapai hasil yang optimum. yakni produktivitas tertinggi.

OEE Kekinian ini sudahkah implementasi di beberapa perusahaan Manufacturing di Indonesia. Hasilnya jauh lebih signifikan signifikan dibanding dengan konvensional OEE. Meskipun dilakukan sama-sama dengan Real-time dan automatic.

Bagaimana Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk Mengukur Produktivitas Manufaktur?

OEE Bukanlah ukuran produktivitas pabrik secara utuh. Namun bagian dari pengukuran keberhasilan lantai produksi atau produktivitas lantai produksi. OEE bukan produktivitas karena OEE tidak mengukur Human Capital atau source man yang melakukan proses produksi.

Overall Equipment Effectiveness (OEE) Adalah standar yang sangat powerful. Ini memberikan banyak informasi Yang komprehensif mewakili semua variabel di lantai produksi.
Cara kekinian, Kredibel dan aktual dipercaya sama orang dan mempunyai motivasi positif terhadap semua orang adalah dengan scoring OEE Secara otomatis, jauh dari manual entry dan manual reporting. Sebisa mungkin Trigger atau data diambil dari mesin dan fasilitas produksi secara real time.

Bandingkan dengan formulasi yang lainnya seperti TEEP, OOE, maka OEE Adalah tools yang sangat fair play bagi teman-teman di lantai produksi. Karena sudah mengakomodasi banyak hal, Dan sangat real dengan apa yang terjadi di lapangan.

Kami tidak menyarankan untuk melakukan perhitungan dengan manual OEE. Hal itu akan menyita banyak waktu dan energi, serta tidak bisa real time.

Jika dihitung dan diinterpretasikan dengan benar, OEE dapat memaksimalkan produksi Anda secara signifikan. Efektivitas peralatan secara keseluruhan digunakan sebagai tolok ukur untuk membandingkan produksi tertentu dengan standar industri, peralatan in-house, atau shift lain yang bekerja pada peralatan yang sama. Tolok ukur OEE standar adalah sebagai berikut:

  • Skor OEE 100 persen dianggap sebagai produksi sempurna, yang berarti Anda hanya memproduksi produk secepat mungkin tanpa waktu henti.
  • Skor OEE sebesar 85 persen dianggap WORL CLASS COMPANY. Untuk pabrikkan, ini merupakan tujuan jangka panjang yang dicari.
  • Skor OEE 60 persen adalah tipikal untuk pabrikan diskrit dan menunjukkan ada banyak ruang untuk perbaikan.
  • Skor OEE sebesar 40 persen dianggap rendah, biasanya pabrikan yang baru mulai menghitung OEE dan meningkatkan kinerja. Dalam banyak kasus, skor rendah dapat dengan mudah ditingkatkan melalui implementasi dasar dengan 5S

Overall Equipment Effectiveness (OEE) bukan hanya tools yang bagus bagi para manajer tetapi dapat berdampak signifikan pada karyawan yang bekerja di lantai pabrik. Metrik lantai pabrik dapat mencakup:

  • Target – Target produksi waktu nyata
  • Aktual – Jumlah produksi aktual
  • Efisiensi – Rasio target dengan aktual; persentase seberapa jauh produksi di depan atau di belakang
  • Waktu berhenti /Downtime – Ini termasuk semua waktu penghentian yang tidak direncanakan untuk setiap shift dan diperbarui secara waktu nyata.
  • Waktu berhenti yang direncanakan.
  • Root Cause – Akar masalah dari sebuah Downtime
  • Pada tingkat lanjut (Advance) system sudah mampu menganalisa mulai dari level bawah sampai BI analytical
  • Pada tingkat tertinggi System secara automatis bisa mengambil keputusan dengan algoritma dan Artificial Intellegency.

Istilah yang Perlu Diketahui

Sebelum kita membahas efektivitas peralatan secara keseluruhan lebih jauh, ada beberapa istilah penting yang harus diperhatikan.

  • Waktu Produktif Sepenuhnya – Waktu produksi setelah semua kerugian dikurangi
  • Waktu Produksi yang Direncanakan – Total waktu produksi peralatan atau sistem Anda
  • Waktu Siklus Ideal – Waktu yang diperlukan untuk memproduksi satu bagian
  • Run Time – Waktu sistem Anda dijadwalkan untuk produksi dan sedang berjalan
  • Jumlah Total – Total semua bagian yang diproduksi termasuk yang cacat
  • Hitungan Baik – Suku cadang yang diproduksi memenuhi standar kontrol kualitas
  • Good Parts – Part yang diproduksi memenuhi standar dan tidak perlu diulang
  • Kualitas – Ini mengacu pada suku cadang yang diproduksi yang tidak memenuhi standar kontrol kualitas, termasuk yang perlu dikerjakan ulang. Ini dihitung sebagai Kualitas = Hitungan Baik / Jumlah Total.
  • Kinerja – Ini memperhitungkan berapa kali ada perlambatan atau penghentian singkat dalam produksi. Skor kinerja sempurna dalam istilah OEE berarti operasi Anda berjalan secepat mungkin. Ini dihitung sebagai Kinerja = (Waktu Siklus Ideal x Jumlah Total) / Waktu Berjalan.
  • Ketersediaan – Ini memperhitungkan waktu penghentian yang direncanakan dan tidak direncanakan. Skor ketersediaan yang sempurna berarti operasi Anda terus berjalan selama waktu produksi yang direncanakan. Ini dihitung sebagai Ketersediaan = Waktu Proses / Waktu Produksi yang Direncanakan.

Cara Menghitung Efektivitas Peralatan Keseluruhan (OEE)
Sebelum menghitung efektivitas peralatan secara keseluruhan, penting untuk menunjukkan perbedaan antara istilah efektivitas dan efisiensi saat membahas OEE.

Efektivitas adalah hubungan antara apa yang secara teknis dapat diproduksi dan apa yang sebenarnya diproduksi pada akhir periode produksi. Misalnya, jika mesin Anda mampu menghasilkan 100 produk dalam satu jam dan hanya menghasilkan 80, maka itu efektif 80 persen.

Namun, ini tidak memberi tahu kami seberapa efisien mesin tersebut karena kami tidak mempertimbangkan hal-hal seperti jumlah operator, energi dan bahan yang dibutuhkan untuk mencapai efektivitas 80 persen. Misalnya, jika mesin Anda bekerja efektif 60 persen dengan satu karyawan dan menjadi 75 persen efektif dengan dua karyawan, efektivitas meningkat 25 persen, tetapi efisiensi menurun hingga 50 persen berdasarkan tenaga kerja.

Cara Menghitung OEE

Nilai OEE dihitung dengan mempertimbangkan tiga faktor, yaitu:
Availability: waktu produksi sebenarnya, dibandingkan dengan waktu produksi yang direncanakan.

Jika nilai Availability 100%, artinya proses selalu berjalan dalam waktu yang sesuai dengan waktu produksi yang telah direncanakan (tidak pernah ada down time).
Performance: artinya performa proses, apakah mampu memaksimalkan percepatan produksi. Jika nilai Performance 100%, maka proses telah berjalan dengan kecepatan maksimal (secara teoretis, berdasarkan Ideal Cycle Time dan Total Pieces).
Quality: berkaitan dengan defect dan scrap. Nilai 100% untuk Quality artinya produksi tidak menghasilkan produk cacat sama sekali.
Setiap faktor tersebut menjelaskan dengan dekat dan seberapa efisien proses manufaktur yang sedang berlangsung.

Contoh:
Waktu operasional = 8 jam (480 menit)
Waktu  setup = 10 menit
Breakdown = 0 menit
Availability = (480 – 10 – 0) / 480 = 98%
Waktu running = 470 menit
Cycle time = 17 detik per unit
Jumlah produk diproses = 1400 unit
Performance rate = (17 detik x 1400 unit) / 470 menit = (23800 detik) / (28200 detik) = 84%
Jumlah Reject = 168 unit
Quality rate = (1400 – 168) / 1400 = 1232 / 1400 = 88%
OEE (Overall Equipment Effectiveness) = 98% x 84% x 88% = 72%

VMTECH – OEE Manual tidak banyak membantu.

OEE Yang dihitung secara manual tidak belah banyak membantu jika dijadikan sebagai reporting rutin di lantai produksi. Bahkan di beberapa tempat justru menambah pekerjaan atau beban kerja bagi operator. Sementara yang didapatkan, sangat tidak signifikan buat manajemen.

Adapun beberapa alasannya sebagai berikut :

  1. OEE manual melibatkan daya ingat orang, sangat bergantung kepada ketelitian orang untuk melakukan perhitungan dan adjustment terhadap masalah-masalah yang terjadi.
  2. OEE manual tidak terhubung langsung dengan mesin, trigger trigger yang didapathanya berdasarkan estimasi manusia tidak pernah bisa tepat untuk durasi downtime, cycle time, adjustment downtime, root cause dsb.
  3. OEE manual tidak akan pernah cocok antara yang dituliskan oleh manusia dengan pencapaian waktu kerja, akumulasi down time, akumulasi operation time, akumulasi planning down time dll.
  4. karena ketidakcocokan ini maka ada aktivitas untuk memaksakan cocok, atau aktivitas manipulasi data yang mau tidak mau dilakukan. Disesuaikan dengan pencapaian produksi.
  5. OEE manual tidak memberikan motivasi positif bagi semua orang. karena tidak punya kredibilitas data di mata semua orang. data meragukan karena ada aktivitas manusia disitu yang sangat subjektif dibanding dengan trigger langsung dari mesin.
  6. OEE tidak pada tempatnya sebagai data mining atau tools yang powerfull untuk improvement. Sehingga terkesan bahwa OEE itu hanya sebagai formalitas buat management perusahaan dan menjadi budaya.
  7. OEE adalah sebuah informasi, apabila informasi tersebut salah dan menyesatkan bisa membuat arah improvement berbelok arah dari apa yang sudah ditetapkan.
  8. OEE adalah kacamata top management terhadap lantai produksi. Jika informasi salah maka akan menyebabkan proses yang salah juga. menjadi beban berat bagi supply chain management system secara keseluruhan.

Dan masih banyak kerugian lain jika OEE manual dijadikan sebagai data rutin bagi perusahaan manufacturing. Silakan menghubungi kami pada kontak yang tersedia.

Artikel Terkait :

Apakah MES (Manufacturing execution system

)?

Tips Memilih Vendor OEE Software & Hardware

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *