5 Kesalahan Umum pada Barcode Scanner

barcode 2d-ocr-erp-mes-oee

Barcode adalah komponen penting dari pengenalan Produk , item dan data. Printer barcode dapat membantu menjaga produk tetap teratur dan dilacak dari gudang ke tempat penjualan. Barcode yang salah dalam penulisan dan pembacaan dapat menyebabkan hilangnya data tentang produk, item, data lainnya dan mungkin pada akhirnya harus membuang produk, inventaris tersebut. Berikut empat malfungsi pencetakan barcode yang umum, dan cara menghindarinya:

  1. Low contrast
    Kontras antara latar belakang gambar (unprinting space) dan informasi kode(printed space) sangat penting untuk keberhasilan pembacaan barcode. Kontras rendah dapat terjadi dalam beberapa cara — biasanya, ini adalah kesalahan dalam proses pencetakan, tetapi efek tersebut dapat terjadi karena cahaya redup pada saat pembacaan. Bahkan kontras warna dapat menyebabkan masalah untuk pembacaan, jadi pastikan untuk mencetak barcode hitam pada latar belakang putih atau berwarna terang .Selain itu, pastikan barcode bersinar dengan baik saat membaca. Terakhir, pastikan untuk setting printer barcode anda, agar tinta didistribusikan secara merata.
  2. Dead Zone Violation
    Zona “mati” atau “kosong” adalah ruang kosong penting di sekitar Barcode yang tetap bebas dari teks atau simbol. Zona ini memberikan trigger yang dibutuhkan pembaca untuk mengenali barcode dan membaca data. Jika ada teks atau tinta yang masih ada di dalam zona tenang ini, kemungkinan besar Barcode anda yang tidak dapat dibaca. Untungnya, ini adalah masalah yang dapat dihindari dengan sedikit perencanaan yang matang sebelumnya. Pastikan untuk menempatkan Barcode pada produk jauh dari teks atau simbol lain dan minimalkan area kosong. Jika printer menyebabkan tinta merembes ke zona tenang, segera perbaiki printer Anda.
  3. Kerusakan atau Distorsi
    Distorsi dan kerusakan pada barcode dapat terjadi dalam beberapa cara. Distorsi dapat terjadi dengan kemasan yang mencakup pembungkus menyusut atau penutup plastik lainnya. Kerutan dapat menyebabkan distorsi Barcode yang mengubah cara cahaya memantulkannya. Ini membuatnya sulit untuk membaca kode dengan benar. Demikian pula, kerusakan pada Barcode berarti kehilangan informasi yang penting, sehingga tidak mungkin untuk membaca dengan sukses. Meskipun sulit untuk mengontrol barcode setelah memasuki pasar,masih banyak hal yang bisa dilakukankan yang dapat meminimalkan kerusakan. Jika masalah distorsi berasal dari pengemasan atau pencetakan, maka ini dapat diatasi sebelum distribusi. Selain itu, pastikan untuk menghindari faktor lingkungan yang dapat merusak kode.
  4. Posisi Membaca Tidak Tepat
    Cara memegang pembaca Barcode dapat menjadi sumber kerusakan. Jika kode atau pembaca dipegang pada sudut yang terlalu tajam, unit barcode mungkin tidak dapat membaca semua data. Pemindai harus dipegang langsung dan sejajar dengan kode untuk hasil terbaik.
  5. Barcode scanner kelolosan
    Barcode atau scanner yang sifatnya hand held, masih mengandalkan inisiatif manusia/operator untuk melakukan scanning atau pembacaan. ada kemungkinan produk, item, inventory oleh karena kelalaian operator tidak dilakukan scanner, alias lolos.

Penempatan Barcode butuh perencanaan yang matang.

Anda dapat menghilangkan timbulnya masalah printer barcode dan pembacaannyaan sedini mungkin dengan pertimbangan atau perencanaan yang matang. Kolaborasi lah dengan tim anda. Hindari masalah Barcode umum dan memastikan keamanan produk dan data Anda.

Counter measure barcode scanner dengan Sensor Counter

masalah-lupa-barcode-counter-PLC

Untuk mengatasi selisih data antara barcode hand held dengan aktual produk yang melewati stasiun kerja,ditambahkan counterup produk. konter ini bisa dalam wujud device sensor proximity, photo sensor, encoder, relay sistemdan lain-lain. Seharusnya jumlah antara yang di barcode dengan actual counter up product akan sama nilainya. jika tidak sama, berarti kemungkinan ada yang kelolosan.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *